ARC 2021 : Essay #5

Peran Tayangan Televisi Terhadap Pembentukan Karakter Anak

Penulis : Alfina Ananda Putri

Televisi merupakan media elektronik yang sangat akrab bagi anak-anak hingga orang tua, karena banyak film yang menayangkan program acara menarik . Televisi adalah suatu perlengkapan elektronis, yang pada dasarnya adalah sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Televisi merupakan gabungan dari media gambar yang bisa bersifat politis, informatif (information), hiburan (entertainment) dan pendidikan (education), atau bahkan gabungan dari keempat unsur tersebut. Televisi menghadirkan berbagai tontonan yang menarik bagi para penonton. Namun, dibalik kesenangan yang didapatkan dalam menonton televisi ada pula pengaruh yang dapat mempengaruhi seseorang setelah menonton
televisi.

Anak yang sudah kecanduan televisi, cenderung malas untuk berinteraksi sosial dan menjadi pasif. Interaksi dengan teman dan keluarga digantikan dengan keasyikan menonton suguhan di layar kaca. Begitu pula kesempatan mengembangkan minat akan hilang, sebab minatnya hanya tertuju pada televisi. Hal ini tentu tidak baik terhadap perkembangan sosial, motorik maupun emosionalnya. Anak akan lebih sulit bekerjasama, mengendalikan emosinya. Dunia pertelevisian kini telah mengalami disorientasi dalam ikut mendidik penontonnya. Terlebih lagi dunia pertelevisian kini terancam oleh unsur-unsur vulgarisme, kekerasan, dan
pornografi. Ketiga unsur tersebut hampir hampir menjadi sajian rutin di sejumlah stasiun televisi serta dapat ditonton secara bebas bahkan oleh kalangan anak-anak. Padahal ketiga unsur itu mestinya dicegah agar tidak ditonton oleh anak-anak mengingat kondisi psikologi mereka yang belum mampu membedakan mana hal-hal yang positif dan mana hal-hal yang
negatif dari sebuah tayangan televisi.

Televisi juga dapat berpengaruh bagi pembentukan karakter karena apa yang kita tonton suatu saat akan menjadi tuntunan. Sehingga jika kita menonton tayangan yang tidak baik maka memungkinkan kita akan mempunyai karakter seperti itu juga. Walaupun di dalam setiap tayangan televisi ada batas umur untuk yang menonton seperti 3+,13+,dan 18+ yang terlihat di pojokan tayangan namun jika tidak dihiraukan hal tersebut tidak akan berpengaruh sama sekali. Sehingga, setiap menonton televisi perlu adanya perhatian dalam memilih tayangan terutama bagi anak-anak. Anak-anak seharusnya diawasi orang tua ketika menonton televisi agar mereka tidak salah memilih tayangan dan malah menonton film yang bergenre dewasa.

Orang tua sangat berpengaruh dalam hal ini , orang tua harus lebih memperhatikan anak ketika menonton televisi. Namun, pada kenyataannya orang tua acuh dalam hal tersebut, karena sebagian orang tua terkadang hanya memikirkan kesenangan sang anak. Sehingga orang tua membiarkan apa yang ditonton oleh sang anak entah itu kartun, komedi atau yang lainnya.Para orang tua sebaiknya merasa khawatir dengan fenomena seperti ini. Terlebih-lebih jika anak tertarik untuk menonton tayangan televisi yang tidak sesuai dengan kebutuhannya. Di samping itu para orang tua hendaklah juga perlu waspada terhadap tayangan televisi berupa film kartun. Sering kali kita sebagai orang tua merasa tenang jika anak menyaksikan film kartun karena kita beranggapan bahwa tayangan tersebut sudah tepat untuk mereka. Namun, sayangnya pada film kartun pun kita akan menjumpai banyak
adegan-adegan kekerasan, adegan ciuman dan sebagainya. Hal tersebut dapat berpengaruh pada karakter anak karena anak dalam tahap meniru akan melakukan atau mencontoh apa yang dilihatnya. Jika tayangan tersebut baik maka anak akan menghasilkan karakter yang baik juga tetapi jika anak menonton tayangan kekerasan mereka juga akan menirunya hal tersebutlah yang mengkhawatirkan.

Anak-anak tidak tahu menahu tentang tayangan yg ada di dalam televisi. Anak anak hanya mengetahui tayangan tersebut disukainya sehingga dia menonton nya setiap hari . Stasiun televisi masa kini lebih banyak menayangkan sinetron daripada edukasi. Memang masih ada sebagian yang tetap menayangkan edukasi namun stasiun tersebut seperti nya tidak familiar di masyarakat. Stasiun televisi yang menayangkan sinetron lebih familiar di masyarakat . Sinetron tidak bermasalah jika benar benar disaring dengan baik , namun pada kenyataanya sinetron banyak menampilkan hal hal yang dewasa dan kurang sesuai untuk anak anak. Contohnya saja melihat dari salah satu stasiun televisi swasta yg menayangkan sinetron tentang dunia anak smp , dalam hal itu judulnya sudah bagus dan terlihat mengedukasi. Tapi kenyataannya setelah menonton sinetron tersebut yang dilihat malah sebaliknya.

Sinetron tersebut malah menampilkan adegan percintaan, bullying, dan kekerasan yang seharusnya adegan tersebut tidak ada dalam masa smp .Pada kenyataan nya masa smp adalah masa dimana kita mulai menemukan hal hal yang baru dan belajar untuk menuju dewasa bukan malah tentang percintaan kekerasan dan bullying yang seharusnya tidak ada di masa smp. Akibatnya anak anak smp yang menonton sinetron tersebut tiap harinya terpacu untuk melakukan hal yang sama. Seperti yang kita lihat sekarang ini banyak anak SMP yang sudah punya pacar bahkan SD pun sudah ada pacaran dan memposting pasangan mereka ke medsos. Tindakan tersebut tidak lain karena pembentukan karakter yang tidak sesuai, tontonan yang mereka jadikan sebagai tuntutan tidak sesuai. Karena di masa smp mereka harusnya bergembira dengan teman-teman nya bukan malah asik pacaran. 

Ketakutan yang akan terjadi yaitu anak smp masih labil dengan emosinya jika mereka tidak dikontrol akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan . Dari situ kita tahu bahwa tayangan televisi sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Namun, kembali lagi pada individu.yang menonton. Jika dia bisa memilah mana yang pantas ditiru dan mana yang tidak pantas, maka hal tersebut tidak akan terjadi. Sebaliknya jika penonton hanya menerima semua dan moncontoh tanpa adanya pemilahan maka hal -hal tersebut kemungkinan akan kembali terulang. Namun, televisi dapat menampilkan acara mendidik yang dapat menambah pengetahuan anak tentang sesuatu, memotivasi anak dalam melakukan hal yang baik dan positif serta mendorong anak untuk melakukan sesuatu yang berguna baik untuk dirinya, keluarga maupun lingkungannya.

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dimulai dari lingkungan keluarga.Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan oleh setiap orang tua, yaitu:
1. Pilih acara yang sesuai dengan usia anak Jangan biarkan anak-anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya, walaupun ada acara yang memang untuk anak-anak, perhatikan dan analisa apakah sesuai dengan anak-anak (tidak ada unsur kekerasan, atau hal lainnya yang tidak sesuai dengan usia mereka).
2. Dampingi anak menonton TV Tujuannya adalah agar acara televisi yang mereka tonton selalu terkontrol dan orangtua bisa memperhatikan apakah acara tersebut masih layak atau tidak untuk di tonton.
3. Letakan TV di ruang tengah, hindari menyediakan TV dikamar anak. Dengan menyimpan TV di ruang tengah, akan mempermudah orang tua dalam mengontrol tontonan anak-anaknya, serta bisa mengantisipasi hal yang tidak orang tua inginkan, karena kecenderungan rasa ingin tahu anak-anak sangat tinggi.
4. Tanyakan acara favorit mereka dan buntu memahami pantas tidaknya acara tersebut untuk mereka diskusikan setelah menonton, ajak mereka menilai karakter dalam acara tersebut secara bijaksana dan positif.
5. Ajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan, bersosialisasi secara positif dengan orang lain. Acara yang bisa dilakukan misalnya hiking, tamasya, siraturahim tempat sanak keluarga dan hal lainnya yang bisa membangun jiwa sosialnya. 

Selain itu kita juga dapat mengajarkan anak mengenai hal-hal yang lebih penting dari menonton televisi. Hal-hal tersebut antara lain, mengajak anak untuk mengikuti kegiatan sosial , mengikuti kegiatan mengaji, dan mengajak anak untuk meningkatkan minat dan bakatnya.

Televisi memang mempunyai pengaruh yang begitu kuat terhadap anak -anak.Tetapi biar bagaimanapun televisi memang memegang peranan pada perkembangan sang anak yang menonton. Asalkan peran orang tua yang aktif dalam membimbing dan mengarahkan anak –anaknya dalam menonton televisi, sehingga dampak yang disebabkan oleh televisi tidaklah sampai merusak setiap individu penontonnya. Televisi dapat menjadi sahabat keluarga yang berguna dalam memberikan atau menyajikan setiap program acaranya yang dapat memberikan hiburan, pengetahuan, keterampilan yang memang sesuai dengan kebutuhan
setiap individu dalam keluarga tersebut. Semuanya dapat tercapai apabila memang kita bisa bersikap bijak dalam penggunaannya.Maka gunakanlah media yang ada secara bijak dan tetap awasi apapun yang anak lihat dalam televisi untuk menghindari pengaruh-pengaruh yang tidak diinginkan kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

bursa escort halkalı escort sisli escort bursa escort bayan istanbul escort mobil porno izle şişli escort escort bayan izmit porno seks sıra bulucu şişli escort anadolu yakası escort ümraniye escort ataşehir escort kartal escort bursa escort escort bursa escort bayan görükle escort eve gelen escort beylikdüzü escort izmir escort porno izle bursa escort www.alcary.com istanbul eskort ümraniye escort ümraniye escort kadıköy escort elit escort temp mail movers near me